Strawberry (Fragaria x ananassa) seringkali dianggap sebagai salah satu jenis beri, tetapi sebenarnya tidak termasuk dalam kategori beri-berian dari sudut pandang botani. Beri-berian (berry) dalam istilah botani merujuk pada buah yang memiliki tiga lapisan: eksokarp (kulit luar), mesokarp (daging buah), dan endokarp (lapisan dalam yang mengandung biji). Contoh beri-berian yang sebenarnya adalah tomat, blueberry, dan anggur.
Strawberry, di sisi lain, secara teknis merupakan buah yang disebut "aksenium" atau "buah agregat". Aksenium terbentuk dari ovarium tunggal yang mengandung banyak biji, tetapi setiap "biji" pada strawberry sebenarnya adalah akenium, yaitu buah kecil yang mengandung satu biji. Bagian yang biasa kita makan dan sebut sebagai "daging strawberry" sebenarnya adalah bagian yang membesar dari dasar bunga (receptacle), bukan dari ovarium bunga itu sendiri. Jadi, strawberry tidak memenuhi kriteria botani sebagai beri karena struktur buahnya yang unik ini.
Meskipun strawberry tidak termasuk dalam kategori beri-berian menurut definisi botani, dalam penggunaan sehari-hari dan kuliner, strawberry sering disebut sebagai "beri" karena ukurannya yang kecil dan rasanya yang manis, mirip dengan beri-berian lainnya. Ini menunjukkan perbedaan antara penggunaan istilah dalam konteks sehari-hari dan definisi yang lebih ketat dalam botani.
Perlu diingat bahwa klasifikasi buah-buahan bisa cukup kompleks dan tergantung pada konteksnya. Dalam diskusi sehari-hari, tidak ada salahnya menyebut strawberry sebagai "beri" karena itu sudah menjadi bagian dari bahasa dan kebiasaan umum. Namun, dalam konteks ilmiah atau ketika presisi sangat penting, memahami perbedaan antara berbagai jenis buah menurut definisi botani bisa sangat menarik dan memberikan wawasan yang lebih dalam tentang keanekaragaman dunia tumbuhan.